Mengendalikan Hawa Nafsu

Sebenarnya, Allah menciptakan manusia dengan disertai hawa nafsu. Adanya hawa nafsu dalam diri manusia tidak sia-sia. Hawa nafsu bisa bermanfaat kepada manusia karena jika manusia tidak memiliki hawa nafsu, mungkin manusia tidak akan makan atau tidak akan menghasilkan keturunan hingga manusia binasa. Tapi akan menjadi tidak baik bahkan menjadi dosa besar jika manusia mengedepankan hawa nafsu.


Hawa nafsu adalah kecintaan dalam arti kecintaan dan kesenangan terhadap apa pun seperti terhadap istri, anak, kedudukan, bahkan makanan. Maksiat juga bisa masuk ke dalam hal yang mengundang hawa nafsu karena kebanyakan maksiat bersifat menyenangkan dan membuat terlena. Maka hawa nafsu harus terus di tahan agar kita tidak terjerumus ke dalam kemaksiatan.

Seorang mukminin tidaklah beriman dengan sempurna hingga bisa menundukkan hawa nafsunya dan mengikuti ajaran Rasulullah SAW. Hawa nafsu yang keliru adalah ketika seseorang mengedepankan hawa nafsunya dari menjalankan perintah Allah dan Rasulullah. Ketika mengedepankan hawa nafsu, maka akan menyebabkan terjatuh ke dalam kemaksiatan. Segala maksiat adalah mendahulukan hawa nafsu dan kecintaan terhadap sesuatu.


Allah juga menyuruh kaum mukminin untuk mengikuti kepada Rasulullah, maka akan diampuni dosa-dosa yang telah dilakukan. Dan kita harus mencintai Allah dengan sebenar-benarnya. Jika benar-benar mencintai Allah dan Rasulullah, maka kita harus melakukan perintahNya dan menjauhi laranganNya serta tidak mengedepankan hawa nafsu

Hendaknya kita menahan dana mengendalikan hawa nafsu walaupun sukar untuk dilakukan. Kita bisa menahan hawa nafsu dengan cara berdekat diri kepada Allah seperti zuhud terhadap dunia atau pun berpuasa. Hal itu bisa menjadi langkah kita untuk menjauhi maksiat dari hawa nafsu.

Untuk menahan atau mengendalikan hawa nafsu, bisa dengan langkah berikut ini :

  • Menyadari bahwa nafsu adalah dinding pagar yang mengitari jahannam
  • Memanjakan nafsu berarti merusak akal dan fikirannya dan itu berarti mengkhianati Allah dalam hal penggunaana akal
  • Menyadari bahwa dengan menentang nafsu akan menghasilkan kekuatan tubuh, hati dan lidah manusia.
  • Menyadari bahwa tidak ada satupun hari yang berlalu melainkan nafsu dan akan saling bergelut di dalam diri orang yang besangkutan
  • Menyadari bahwa dia diciptakan bukan untuk kepentingan nafsu, tetapi untuk sesuatu urusan yang besar yang tidak bias dicapai kecuali dengan menentangnya.
  • Memiliki hasrat yang kuat untuk melawan hawa nafsunya sehingga timbul kecemburuan yang amat sangat terhadap dirinya sendiri jika melakukan kemaksiatan.
  • Melibatkan hati dalam mempertimbangkan akibat nafsu, sehingga dia bisa mengetahui seberapa banyak nafsu itu meloloskan ketaatan dan berapa banyak nafsu itu mendatangkan kehinaan.
  • Memikirkan apa yang dituntut oleh jiwanya, lalu berkata kepada akal dan agamanya, yang nantinya akan mengabarkan bahwa apa yang dituntut itu tidak ada artinya apa-apa.
  • Menghinakan diri sendiri ketika tunduk kepada hawa nafsu, sebab tidaklah seseorang menuruti hawa nafsunya melainkan pasti akan mendapatkan kehinaan pada dirinya.

Jadi dengan menahan atau mengendalikan hawa nafsu, kita akan menjalani hidup dengan lebih baik dan jauh dari kemaksiatan. Hawa nafsu sangat bermanfaat bagi manusia karena Allah mneciptakan seluruh hal yang ada di Alam semesta tanpa luput dari manfaat. Tapi hawa nafsu bisa menjadi sebuah hal yang amat buruk bagi manusia yang berlebihan dan tidak mengendalikan hawa nafsunya.



Sekian artikel tentang Mengendalikan Hawa Nafsu, semoga bermanfaat. Nantikan artikel menarik lainya.
Previous
Next Post »

Terimakasih atas kunjunganya.
Silahkan berkomentar dan beri kritik serta saran.
Jangan lupa difollow.

ConversionConversion EmoticonEmoticon